Kamis, 05 Maret 2015

Komunitas Batik Mandala Borobudur Menemukan Poros Keberdayaannya


Oleh Guntur Bisowarno S.Si., Apt
Apoteker Batik Mandala Borobudur
Budayawan Sandhi Sastra Mandala Borobudur
yang tinggal di Purwosari Pasuruan
hp 085235807140

Kajian Kitab Menjadi Kajian Batik
Kajian Batik Menjadi Kajian Kitab
Kajian Mandala Menjadi Kajian Mandala Borobudur
Kajian Batik Nusantara Menjadi Kajian Batik Mandala Borobudur


Kelompok Tinggal dan Kelompok Lumbini ( Desa Wanurejo)
Kelompok Chatra dan Mandala (Desa Borobudur)
Norah dan Makara (Desa Majaksingi)
Menoreh (Desa Giri Tengah)
Watu Kendil (Desa Candi Rejo)

Mereka akan menampilan dan memproses beragam produk batik beragam kain, pakaian, tas, sandal.

Selanjutnya apresiasi warga yang lebih luas dan masyarakat, untuk menemukan kesesuaian dan penemuan diri kedirian mereka dalam Kasanah Mandala Batik Mandala Borobudur, Kita harapkan menjadi agenda kerja dan pengembangan selanjutnya.

Pelatihan, Peningkatan dan Pengembangan oleh Pihak Kemenparekraf, yang sudah berjalan 3 kali sejak tahun 2012 - 2013 - 2014.... selanyaknya di lanjutkan di tahun 2015 ini, Menjadikan Keterampilan dan Keahlian Motif  Batik Mandala Borobudur Berkembang dan Mengembangkan Semesta Kebermanfaatan dan Kegunaan dari Mandala Borobudur Bagi Segala Aspek Hidup dan Ber Kehidupan.. sebagaimana yang sejak dahulu sudah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi.

Kekuatan inilah yang sudah ada di sana, semua sudah ada di sana, dan untuk itulah mereka ada di sana. Sinergis dengan semua pihak yang mendukung dan terlibat sangatlah di butuhkan, dalam peranan keterlibatan Batik Mandala Borobudur Memenuhi Panggilan Kemultidimensionalnnya.

Salm Batik Mandala Borobudur, 5 Maret 2015

Menandai dan Mengerjakan Gerak Quantum Energi Misteri Daya Hidup Yang Sudah Di Publikasikan Oleh Para Jurnalis dan Pemerintah Daerah Magelang dan Jawa Tengah adanya,
serta Pihak Kemenparekraf sendiri adanya....


Pengrajin Borobudur Pameran Produk Batik

Oleh M. Hari Atmoko

Borobudur, 15/10 (Antara) - Para pengrajin batik di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengikuti pameran produk kreatif yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Museum Karmawibhangga, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, 17-19 Oktober 2014.

Sekretaris Peguyuban Batik Kawasan Candi Borobudur "Mandala" Kabupaten Magelang Adi Winarto di Borobudur, Rabu, mengatakan para pengrajin batik berasal dari sejumlah desa di sekitar Candi Borobudur yang mengikuti pameran tersebut, antara lain Kelompok Tingal dan Lumbini (Desa Wanurejo), Chatra dan Mandala (Desa Borobudur).

Selain itu, Kelompok Noreh dan Makara (Desa Majaksingi), Menoreh (Desa Giritengah) dan Watu Kendil (Desa Candirejo).

"Mereka akan menampilkan berbagai produk batik berciri khas Candi Borobudur, seperti dalam bentuk pakaian, tas, sandal, dan kain. Pameran mendatang untuk mendorong apresiasi masyarakat dan meningkatkan kreativitas pembatik baik dalam desain maupun mutu produk," katanya.

Beberapa waktu lalu, katanya, para pengrajin juga mengikuti pelatihan peningkatan keterampilan dan pengembangan motif khas batik lokal, kerja sama peguyuban tersebut dengan Kemenparekraf.

"Ini pameran pembatik Borobudur yang ketiga sejak beberapa tahun terakhir dengan pendampingan dari Kemenparekraf," katanya.

Ia mengharapkan kegiatan bersama dalam bentuk Pameran Produk Kreatif Sentra Kreatif Rakyat Magelang itu melahirkan motif baru terkait dengan batik kawasan Candi Borobudur yang juga warisan peradaban dunia tersebut.

Hingga saat ini, katanya, telah tercipta berbagai produk batik khas setiap kelompok di berbagai desa sekitar Candi Borobudur, antara lain batik Chatra dan Sekar Buddha (Kelompok Chatra), Mandala dan Lotus (Kelompok Mandala).

Selain itu, Daun Singkong (Kelompok Noreh), Cengkih (Kelompok Makara), Candi (Kelompok Menoreh), Kembang Kates dan Kalpataru (Kelompok Watu Kendil), Stupa Ceplok (Kelompok Tingal), Liman dan Sidoluhur Mbuduran (Kelompok Lumbini).

Pembukaan pameran juga akan ditandai dengan peragaan busana khas batik, terutama dari kawasan Candi Borobudur.

Hingga saat ini, katanya, berbagai produk batik kawasan Candi Borobudur, selain untuk memenuhi kebutuhan kepariwisataan di Taman Wisata Candi Borobudur juga menjadi suvenir para wisatawan dalam dan luar negeri.

"Para wisatawan selain naik ke Candi Borobudur juga mengunjungi kawasannya, termasuk singgah di berbagai tempat produksi batik Candi Borobudur," katanya.

(U.M029/B/M. Attamami/M. Attamami) 15-10-2014 15:42:41


BOROBUDUR, hetanews.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meningkatkan kemampuan para pembatik di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, agar berani menghadapi persaingan dengan produk serupa dari berbagai daerah.
"Kita terus mendampingi para pembatik untuk semakin kreatif dan bereksplorasi, untuk selanjutnya mampu dilepas sebagai industri rumah tangga dan bersaing dengan daerah-daerah sekitarnya seperti Yogyakarta dan Solo," kata Direktur Pengembangan Seni Rupa Kemenparekraf, Wati Moerany di Borobudur, Jumat (17/10/2014) malam.

Wati mengatakan hal itu sebelum membuka Pameran Batik Sentra Kreatif Rakyat (SKR) Magelang di Pendopo Museum Karmawibangga, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang diikuti berbagai kelompok pembatik kawasan Candi Borobudur, 17-19 Oktober 2014.

Peningkatan kemampuan mereka, menurut Wati, juga menyangkut manajemen pemasaran atas produk batik mereka yang khas Borobudur.

Dia mengatakan produk batik setempat umumnya mengeksplorasi berbagai motif yang bersumber dari inspirasi atas warisan peradaban dunia yang dibangun sekitar abad ke-8 itu.



"Motif di Candi Borobudur seperti relief kemudian mereka modifikasi dan eksplorasi menjadi motif yang memiliki estetika. Batik produk perajin sekitar Candi Borobudur saat ini bukan hanya dalam bentuk fashion, tetapi juga telah memiliki nilai tambah menjadi berbagai benda fungsi, seperti barang rumah tangga," katanya.

Pada kesempatan itu, Wati menyebut kuatnya gereget para perajin batik kawasan Candi Borobudur untuk mengembangkan kemampuan diri agar produknya semakin berkualitas.
Ketua Peguyuban Batik Kawasan Candi Borobudur "Mandala" Kabupaten Magelang, Jack Priyono mengatakan pelatihan dan pendampingan oleh Kemenparekraf selama ini telah meningkatkan kemampuan pembatik di daerah setempat.



"Para pembatik terus menggali kekayaan potensi Candi Borobudur dengan kawasannya untuk meningkatkan produk batiknya, termasuk menyangkut pewarnaan alami dan pengembangan motif, serta pemasaran. Para pembatik makin memberikan perhatian tentang apa saja yang ada di sekitarnya untuk mendukung pengembangan usahanya," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar